1. Ekonomi & Bisnis

Kopi Gayo Berpeluang Masuk Segmen Premium Pasar Jepang

Kopi Gayo, sebagai salah satu varietas unggulan dari Takengon, telah menjadi simbol keunggulan kopi Aceh. Foto/Lintas Gayo.

Jakarta | BumpNews.ID – Kopi Gayo asal Aceh dinilai memiliki peluang besar menembus segmen premium di pasar Jepang.

Meningkatnya minat konsumen Jepang terhadap specialty coffee menjadi kesempatan bagi kopi Indonesia untuk memperluas pangsa ekspor.

Peluang tersebut disampaikan Kementerian Perdagangan dalam webinar Coffee Beyond Borders: Memenuhi Selera Pasar, Memenuhi Standar, UMKM Kopi Menembus Pasar Jepang.

Kegiatan itu membahas strategi peningkatan daya saing kopi nasional di pasar internasional.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Moga Simatupang, mengatakan Jepang merupakan pasar yang sangat potensial.

Namun, produk kopi Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan cita rasa, melainkan juga harus memenuhi standar mutu, keamanan pangan, ketertelusuran, pelabelan, dan konsistensi kualitas.

"Jepang merupakan pasar yang sangat potensial. Namun, untuk memasuki pasar tersebut, cita rasa saja tidak cukup. Produk kopi Indonesia harus mampu memenuhi standar mutu, keamanan pangan, ketertelusuran, pelabelan, serta konsistensi kualitas," kata Moga.

Berdasarkan data International Trade Centre (ITC) Trade Map, nilai ekspor kopi Indonesia pada 2025 mencapai USD 2,51 miliar.

Sementara itu, nilai impor kopi Jepang mencapai sekitar USD 2,55 miliar, tetapi pangsa kopi Indonesia baru sekitar 2,6 persen sehingga peluang peningkatan ekspor masih terbuka lebar.

Selain Kopi Gayo, Indonesia juga memiliki kopi unggulan lain seperti Mandailing, Java Preanger, Toraja, Kintamani, dan Flores Bajawa.

Keberagaman karakter dan cita rasa tersebut menjadi modal penting untuk memenuhi permintaan pasar premium di Jepang.

Berita Lainnya