1. Umum

DPRK Minta BKSDA Aceh Selesaikan Konflik Satwa-Manusia di Pedalaman Aceh Barat

Anggota DPRK Aceh Barat, Tgk. Bachtiar. Foto/HO

Meulaboh | BumpNews.ID – Anggota DPRK Aceh Barat, Tgk. Bachtiar, meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan konflik satwa liar dengan manusia yang terus berulang di wilayah pedalaman Aceh Barat.

Permintaan itu disampaikan menyusul insiden seorang warga Gampong Alue Meuganda, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, yang diserang gajah liar saat berada di kawasan perkebunan sawit milik masyarakat, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Korban diketahui bernama Mustafa (65). Akibat serangan tersebut, ia mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan intensif.

Bachtiar menilai konflik antara gajah liar dan masyarakat harus segera ditangani secara menyeluruh agar tidak terus memakan korban.

Ia meminta BKSDA Aceh bersama BPBD Aceh Barat memperkuat langkah penanganan di lapangan.

"Kami berharap kepada BKSDA Provinsi maupun BPBD Aceh Barat agar segera menangani persoalan konflik satwa ini, sehingga tidak ada lagi korban yang terus berjatuhan," kata Bachtiar, Sabtu (18/7/2026).

Politisi Partai Aceh itu mengatakan, jika penanganan tidak dilakukan secara maksimal, kasus serupa akan terus berulang.

Bahkan, menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu tindakan warga yang dapat memperburuk konflik antara manusia dan satwa liar.

"Kasus gajah masuk ke kawasan perkebunan dan pemukiman warga, khususnya di wilayah pedalaman, bukan pertama kali terjadi. Ini perlu menjadi perhatian bersama," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengerahkan tim Wildlife Response Unit (WRU) ke lokasi.

Namun kata dia, upaya penghalauan gajah belum dapat dilakukan secara maksimal pada malam kejadian.

Saat itu, Tim Penanganan Interaksi Gajah BKSDA Aceh bersama mitra masih melakukan pemasangan GPS Collar terhadap kelompok gajah di Gampong Pungkie, Kecamatan Sungai Mas.

Menurut Ronald, kelompok gajah di Pungkie dan Alue Meuganda berada pada koridor yang berbeda sehingga tim penanganan belum dapat langsung dialihkan ke lokasi kejadian di Woyla Timur.

"Tim WRU-BPBD telah berada di lokasi untuk memantau situasi serta melakukan pengamanan awal bagi masyarakat sekitar," Tegas Teuku Ronald.

Berita Lainnya