IKAMABAR Jakarta Minta Presiden Prabowo Angkat Pocut Baren Jadi Pahlawan Nasional
JAKARTA | BumpNews.ID — Dalam momentum peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025 lalu, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menetapkan sepuluh tokoh baru sebagai Pahlawan Nasional. Di antara mereka terdapat nama besar mantan Presiden ke-2 RI, Soeharto, serta aktivis perempuan Marsinah.
Namun, Ikatan Mahasiswa Aceh Barat Jakarta (IKAMABAR Jakarta) menilai masih banyak sosok pejuang yang layak mendapat gelar serupa, salah satunya adalah Pocut Baren, tokoh perempuan pejuang asal Aceh Barat.
Ketua Umum IKAMABAR Jakarta, Tamlekha, dalam keterangannya di Jakarta menyampaikan permintaan resmi kepada Presiden Prabowo agar mempertimbangkan Pocut Baren untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Republik Indonesia.
“Perjuangan Pocut Baren terhadap bangsa ini sangatlah besar. Beliau dikenal sebagai pejuang perempuan yang gigih melawan penjajahan Belanda di Aceh bersama pasukan Cut Nyak Dhien. Dengan persenjataan terbatas dan jumlah pasukan yang sedikit, Pocut Baren tetap maju dan pantang menyerah,” ujar Tamlekha.
Menurutnya, Pocut Baren merupakan putri bangsawan Aceh yang lahir pada tahun 1880 di Desa Tungkop, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat.
Ia adalah anak dari Teuku Cut Amat, seorang ulee balang (kepala kenegerian) yang berpengaruh dan dikenal tegas.
Sejak kecil, Pocut Baren telah menunjukkan jiwa kepemimpinan dan keberanian luar biasa.
Pada usia 7 hingga 14 tahun, ia sudah kerap mendampingi ayahnya ke berbagai medan perang melawan penjajah Belanda. Pengalaman itu membentuk karakternya sebagai pejuang tangguh yang kemudian memperkuat barisan Cut Nyak Dhien dalam perlawanan rakyat Aceh.
Tamlekha menambahkan, pihaknya juga telah beberapa kali melakukan ziarah ke makam Pocut Baren yang terletak di Desa Tungkop, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat.
“Kami menilai Pocut Baren sangat layak diberi gelar Pahlawan Nasional, mengingat kiprah dan pengorbanannya bagi bangsa ini. Beliau adalah simbol keberanian perempuan Aceh yang berjuang tanpa pamrih untuk kemerdekaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Tamlekha mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk turut mendorong pengusulan nama-nama pahlawan daerah lainnya agar mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
“Masih banyak pahlawan Aceh yang belum dikenal luas dan belum diangkat sebagai Pahlawan Nasional. Kami berharap masyarakat Aceh bersama pemerintah daerah dapat berperan aktif mengusulkan mereka sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan mereka,” tutup Tamlekha.









Komentar