Nelayan Sambut Baik Rencana Normalisasi Krueng Cangkoi
ACEH BARAT | BumpNews.ID — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tahun ini segera melaksanakan proyek Normalisasi Krueng Cangkoi, sebuah langkah strategis yang telah lama dinantikan oleh para nelayan di kawasan pesisir. Berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Aceh Barat, proyek tersebut kini memasuki tahap unggah dokumen penawaran (tender) dengan nilai pagu sebesar Rp372 juta dan nilai HPS Rp371.998.314,24.
Proyek yang bersumber dari APBD Aceh Barat tahun anggaran 2025 ini menggunakan metode pengadaan langsung dengan kontrak gabungan lumpsum dan harga satuan. Seluruh pelaksanaan berada di bawah tanggung jawab Dinas PUPR Aceh Barat.
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, membenarkan bahwa kegiatan normalisasi tersebut sedang dalam proses tender dan akan mulai dikerjakan pada tahun anggaran berjalan.
“Benar, kegiatan Normalisasi Krueng Cangkoi saat ini sedang dalam proses tender. Pekerjaan ini direncanakan dilaksanakan tahun ini untuk mempermudah akses keluar masuk nelayan di kawasan muara,” ujar Kurdi, Selasa (11/11/2025).
Rencana normalisasi muara Krueng Cangkoi disambut hangat oleh para nelayan setempat. Selama bertahun-tahun, pendangkalan muara membuat pergerakan kapal nelayan terkendala. Ketika air surut, banyak perahu harus menunggu berjam-jam untuk bisa keluar atau kembali ke muara.
Salah seorang nelayan, Iskandar (47), mengatakan bahwa langkah pemerintah ini sangat membantu masyarakat pesisir.
“Alhamdulillah, kalau memang jadi dinormalisasi, kami para nelayan sangat bersyukur. Sudah lama kami menghadapi kesulitan keluar masuk karena dangkal. Kadang mau melaut harus menunggu air pasang dulu,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa pendangkalan bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada pendapatan nelayan.
“Kalau lambat melaut, hasil tangkapan juga ikut berkurang. Normalisasi ini harapan besar bagi kami,” tambahnya.
Menurut Kadis PUPR Dr. Kurdi, Krueng Cangkoi merupakan salah satu muara penting yang menjadi jalur utama mobilitas nelayan tradisional Aceh Barat. Karena itu, perbaikan jalur tersebut menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Dengan normalisasi ini, kita harapkan mobilitas nelayan menjadi lancar sehingga mereka bisa lebih mudah melaut untuk mencari nafkah dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” jelas Kurdi.
Program ini disebutkan sebagai bagian dari komitmen Pemkab Aceh Barat dalam mendukung sektor perikanan rakyat, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan para nelayan saat beraktivitas di laut.
Para nelayan berharap pengerjaan dapat segera dimulai dan selesai tepat waktu. Mereka menyebut proyek ini sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat lapisan bawah—khususnya para pencari nafkah di laut.
“Kami sangat berterima kasih kalau pemerintah benar-benar menjalankan proyek ini. Dampaknya sangat besar bagi kami,” tutup nelayan lainnya, Hasbi (39).
Dengan dimulainya proses tender, masyarakat pesisir kini menunggu realisasi pekerjaan yang diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas perikanan di Krueng Cangkoi secara lebih maksimal.