Mahasiswa Sosiologi UTU Optimalisasi Masjid sebagai Pusat Peradaban dan Kohesi Sosial
Dosen pengampu mata kuliah Agama, Samwil, MA, menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan penerapan langsung dari materi tentang fungsi sosial masjid.
“Ilmu yang diperoleh mahasiswa tidak boleh berhenti di ruang kelas. Masjid memiliki fungsi historis dan sosiologis yang dalam sebagai pusat spiritual, intelektual, dan sosial masyarakat,” tuturnya.
“Masjid sejatinya bukan hanya tempat sujud, tetapi juga ruang kesadaran sosial tempat masyarakat membangun kembali martabat dan arah peradaban.”
Samwil juga mengapresiasi kerja sama 50 mahasiswa peserta yang dinilai menunjukkan sinergi positif antara pemikiran akademik dan aksi sosial.
“Mahasiswa Sosiologi UTU telah memperlihatkan bentuk kecil dari peradaban yang sedang kita bangun bersama,” tambahnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Salah satu pengurus Masjid Al-Ikhlas menyampaikan rasa terima kasih dan berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut.
“Kami sangat terbantu dengan kegiatan ini, apalagi dukungan seperti ini jarang kami dapatkan. Semoga sinergi antara kampus dan masyarakat bisa terus terjalin,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Sosiologi UTU diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya masjid sebagai pusat peradaban dan penguatan kohesi sosial di tengah dinamika masyarakat modern.









Komentar