Keuchik Pasi Aceh Tunong Minta Buaya Sungai Meureubo Segera Direlokasi
ACEH BARAT — Warga Gampong Pasi Aceh Tunong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, digemparkan dengan kemunculan seekor buaya besar di aliran Sungai Meureubo pada Sabtu (28/6/2025) sore. Penampakan satwa liar tersebut terekam dalam sejumlah video dan foto yang kini viral di media sosial, memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat.
Buaya berukuran besar itu tampak mengambang tenang di permukaan air, tepat di area yang kerap dijadikan tempat aktivitas harian warga, seperti mandi, mencuci, memancing, hingga mengambil air sungai.
Keuchik Gampong Pasi Aceh Tunong, Irfan Ramazani, membenarkan peristiwa tersebut. “Penampakan terjadi menjelang waktu Ashar. Warga mengabadikannya karena ukurannya yang cukup besar dan terlihat jelas di permukaan air,” ujar Irfan saat dikonfirmasi.
Sebagai bentuk kewaspadaan, Irfan mengimbau seluruh warga untuk sementara waktu tidak beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Meureubo. Ia juga meminta pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh segera turun tangan melakukan penanganan, termasuk kemungkinan relokasi buaya tersebut ke tempat yang lebih aman.
“Kami sangat berharap ada langkah cepat dan tegas dari BKSDA. Masyarakat sudah sangat resah. Beberapa hari lalu bahkan sempat terjadi insiden penerkaman terhadap seorang remaja di lokasi ini,” jelasnya.
Irfan menambahkan, wilayah Gampong Pasi Aceh Tunong dikenal sebagai daerah rawan banjir setiap tahunnya. Kondisi ini semakin meningkatkan kekhawatiran warga apabila buaya tersebut masih berkeliaran saat banjir datang dan memasuki pemukiman.
“Bukan hanya ketakutan akan banjir, tapi juga ancaman langsung dari buaya ini. Kami butuh tindakan nyata agar masyarakat kembali merasa aman,” tegasnya.
Hingga saat ini, warga masih terus memantau pergerakan buaya di sekitar sungai dan berharap tidak ada kejadian buruk yang terjadi. Mereka berharap kehadiran pihak berwenang dapat segera meredakan ketegangan dan memastikan keselamatan lingkungan sekitar.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Aceh, Darwin, S.Hut., M.P., saat dikonfirmasi media Bumpnews.id, menyatakan bahwa timnya masih berada di lapangan untuk memantau situasi. "Saya sudah minta teman-teman untuk memasang spanduk peringatan pada titik lokasi kemunculan buaya tersebut," ujarnya.
Darwin juga mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar lokasi kemunculan buaya dan tidak membuang sampah atau sisa makanan ke dalam sungai. Ia menjelaskan bahwa tindakan tersebut dapat memancing buaya mendekat ke permukiman warga.
Mengenai upaya evakuasi, Darwin menyebut bahwa pihaknya perlu berkoordinasi dengan KKP. Ia menambahkan bahwa dirinya berencana terjun langsung ke lokasi setelah rapat struktural besok.









Komentar