Oyon Serahkan Bonus Rp75 Juta untuk Qari dan Qariah Berprestasi di Momen Maulid Nabi
SINGKIL – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menyerahkan bonus pembinaan senilai Rp75 juta kepada enam qari dan qariah saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Agung Nurul Makmur, Desa Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Senin malam, (26/10/2026).
Momen penyerahan tersebut diberikan oleh Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon sebagai bentuk apresiasi pemda terhadap Qari dan Qariah berprestasi dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 tingkat Provinsi Aceh di Kabupaten Pidie Jaya 2025 yang lalu.
Dua penerima, Fahri Ramadhana dan Dzia Al Abrar Rafi’i, masing-masing memperoleh Rp25 juta atas prestasi juara II. Zahratul Musrifah Rafi’i menerima Rp7 juta setelah meraih Harapan I. Adapun Irsanul Husna, Nanda Riswandi Pohan, dan Qori Arrayhan masing-masing memperoleh Rp6 juta atas prestasi Harapan III.
Oyon mengatakan pemerintah daerah sebelumnya telah menyiapkan bonus umrah bagi peserta yang meraih juara pertama. Namun, hingga pelaksanaan MTQ tersebut, belum ada peserta dari Aceh Singkil yang berhasil menduduki posisi tertinggi.
“Bonus ini merupakan bentuk apresiasi atas perjuangan dan prestasi anak-anak kita. Ke depan, saya berharap para qari dan qariah terus berlatih, meningkatkan kualitas, dan mempersiapkan diri lebih baik agar pada MTQ berikutnya mampu meraih juara pertama,” kata Oyon.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong lahirnya generasi Qur’ani yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama Aceh Singkil di tingkat provinsi maupun nasional.
Selain penyerahan bonus, peringatan Maulid Nabi tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan Al-Qur’an dari Pemerintah Aceh. Bantuan itu diperuntukkan bagi 23 dayah di Kabupaten Aceh Singkil, 23 dayah terdampak banjir pada 2025, 62 masjid kabupaten/kota, 15 masjid terdampak banjir pada tahun yang sama, serta para mualaf. Penyerahan bantuan dilakukan oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Oyon mengingatkan masyarakat agar menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak masyarakat memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta menjaga kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Mari kita teladani Rasulullah SAW dengan menjaga persaudaraan, memperkuat kepedulian, serta membangun kehidupan yang rukun dan saling menghormati. Dengan akhlak mulia dan kebersamaan, kita wujudkan Aceh Singkil yang sejuk, damai, dan harmonis di Bumi Syekh Abdurrauf As-Singkily,” ujarnya.
Taushiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Tgk. H. Misran Fuadi, S.Ag., M.A.P. Ia menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membentuk akhlak, memperkuat keimanan, dan membangun kepribadian umat Islam.
Menurut dia, keteladanan Rasulullah tercermin dalam kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, dan sikap saling menghormati. Kecintaan kepada Nabi, kata dia, juga perlu diwujudkan melalui amal nyata, tutur kata yang santun, serta kepedulian terhadap sesama.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat Kabupaten Aceh Singkil itu turut dihadiri Kapolres Aceh Singkil, Dandim 0109/Aceh Singkil, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Singkil, Ketua Pengadilan Negeri Singkil, Ketua Mahkamah Syar’iyah, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Singkil, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga keistimewaan Aceh, kepala instansi vertikal, sejumlah kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK), Camat Singkil, serta para santri dan masyarakat.*