Lestarikan Cerita Rakyat, Dispusip Gelar Lomba Bertutur Untuk Pelajar Sekolah Dasar
Aceh Singkil | Bump news ID - Puluhan anak sekolah dasar di Kabupaten Aceh Singkil justru diajak lomba mendengarkan dan menuturkan kisah-kisah yang tumbuh dari tanah mereka sendiri.
Perlombaan cerita kepahlawanan dan legenda rakyat Aceh menjadi materi yang dibawakan dalam lomba bertutur digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Aceh Singkil, Rabu, 2 September 2026.
Salah satu cerita yang cukup banyak dipilih peserta adalah legenda Danau Bungara, dan Nenek Garasi cerita rakyat yang telah lama dikenal masyarakat Aceh Singkil.
Lomba tersebut tidak semata-mata menjadi ajang mencari pemenang. Di balik panggung perlombaan, anak-anak dilatih untuk berani berbicara di depan orang lain, memahami isi bacaan, sekaligus menyampaikan kembali cerita dengan bahasa dan ekspresi mereka sendiri.
Kepala Dispusip Aceh Singkil, Suyatno, kepada wartawan mengatakan kemampuan bertutur merupakan bagian penting dalam membangun budaya literasi sejak usia dini.
“Tujuannya untuk meningkatkan budaya literasi dan mengasah kemampuan anak berbicara melalui bertutur cerita kepahlawanan serta legenda rakyat Aceh, terutama cerita rakyat Aceh Singkil,” ujar Suyatno.
Menurut dia, literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca. Anak juga perlu memahami apa yang dibacanya, kemudian mampu mengolah dan menyampaikannya kembali.
Karena itu, pengenalan cerita rakyat dinilai memiliki dua manfaat sekaligus. Selain mengasah kemampuan anak dalam berkomunikasi, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara memperkenalkan dan menjaga warisan budaya daerah kepada generasi muda.
“Dengan bertutur, anak tidak hanya membaca, tetapi juga memahami dan menyampaikan kembali isi cerita,” katanya.
Bagi peserta, lomba ini juga menjadi pengalaman tersendiri. Iqlima Queen Dewa, salah seorang peserta, mengaku senang dapat mengikuti perlombaan tersebut.
Selain menambah pengalaman, ia juga mendapat kesempatan bertemu dan berkenalan dengan peserta lainnya.
Dispusip Aceh Singkil selanjutnya akan memilih peserta yang meraih juara untuk mewakili daerah tersebut pada lomba bertutur tingkat Provinsi Aceh.
Dengan demikian, cerita-cerita rakyat yang selama ini hidup dari tutur ke tutur diharapkan tidak berhenti pada generasi sebelumnya, tetapi kembali menemukan ruang di tengah anak-anak Aceh Singkil.*