1. Aceh Singkil

Oyon Tekankan Transparansi NGO dan Efektivitas CSR dalam Forum PSDA-LH

SINGKIL | Bumpnews.id — Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, menegaskan pentingnya transparansi dan kerja nyata dari seluruh lembaga, khususnya organisasi non-pemerintah (NGO), dalam mendukung pembangunan daerah berbasis pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan ekspose laporan dan rencana kerja Forum Multi Pihak Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (PSDA-LH) Aceh Singkil yang dirangkai dengan silaturahmi bersama pemerintah daerah di Aula Bappeda Pulo Sarok, Rabu (22/4/2026).

“Saya minta semua NGO jelas kegiatannya. Jangan hanya nama, tapi tidak ada dampak nyata di lapangan. Daerah butuh kerja konkret,” tegas Oyon di hadapan peserta forum.

Ia juga menyoroti pentingnya legalitas lembaga serta akuntabilitas program yang dijalankan, termasuk penyaluran bantuan kepada masyarakat agar tepat sasaran.

“Kalau memberi bantuan, lihat kondisi desa. Jangan asal program. Kita ingin bantuan itu tepat guna dan berkelanjutan,” ujarnya.

Safriadi juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan, terutama di kawasan strategis seperti Rawa Singkil.

“Kita harus menjaga keseimbangan. Aceh Singkil punya potensi besar, tapi ekosistemnya juga harus dijaga. Ini yang harus kita kelola bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, sektor perkebunan kelapa sawit sebagai andalan daerah perlu dikelola secara bijak dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.

“Kita ingin Aceh Singkil menjadi contoh daerah yang mampu mendorong ekonomi sekaligus menjaga ekosistem,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Forum PSDA-LH Aceh Singkil, Muhammad Junaidi, menyampaikan bahwa forum yang dibentuk sejak 2023 telah menjadi wadah kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah, swasta, lembaga donor, dan masyarakat sipil.

“Forum ini bertujuan menyinergikan program pembangunan, sekaligus menyampaikan capaian kegiatan 2023–2025 dan rencana kerja ke depan,” jelasnya.

Selain itu, Junaidi juga menyinggung pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dinilai masih belum optimal. Ia berharap ke depan program CSR dari perusahaan, khususnya pemegang Hak Guna Usaha (HGU), dapat lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Jangan sampai CSR tidak jelas arah dan pelaporannya. Kita ingin kontribusi perusahaan benar-benar mendukung pembangunan daerah,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Swisscontact, Christina, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjangkau 1.993 petani dari target 3.000 orang sejak 2022, termasuk 351 petani perempuan.

“Kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Kami terus memperkuat kapasitas petani dan tata kelola lahan,” ujarnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.54 WIB tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, perusahaan, NGO lingkungan, serta mitra pembangunan lainnya. Acara berlangsung khidmat dan ditutup dengan penyerahan piagam serta cenderamata kepada sejumlah lembaga yang berkontribusi dalam program pemberdayaan masyarakat.*

Berita Lainnya