Sekilas Info

Pola Siklonik di Perairan Barat Aceh, Picu Potensi Banjir dan Longsor

Banda Aceh  | BumpNew.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan siaga bencana hidrometeorologi di wilayah Aceh menyusul terdeteksinya pola siklonik di perairan Barat Aceh yang berpotensi memicu cuaca ekstrem.

Peringatan tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor e.B/ME.02.04/008/KBTJ/II/2026 tertanggal 11 Februari 2026 yang ditujukan kepada Pemerintah Aceh sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi bencana.

Kepala BMKG, Nasrol Adil, mengatakan hasil pemantauan meteorologis menunjukkan adanya gangguan atmosfer berupa pola siklonik yang memicu terbentuknya daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah tersebut.

Kondisi ini dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

“Berdasarkan prakiraan angin pada lapisan 3.000 feet, kondisi ini berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang,” ujarnya.

BMKG memperkirakan potensi cuaca ekstrem terjadi dalam dua periode, yakni 11 hingga 15 Februari 2026 dan berlanjut pada 16 hingga 20 Februari 2026. D

Dampak yang mungkin ditimbulkan antara lain banjir, tanah longsor, angin kencang, serta bencana hidrometeorologi lainnya, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Sebanyak 23 kabupaten/kota di Aceh masuk dalam wilayah berpotensi terdampak, di antaranya Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Besar, Aceh Utara, Bireuen, Pidie, hingga Kota Banda Aceh.

BMKG mengimbau pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, khususnya bagi warga yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor.

“Informasi ini disampaikan untuk menjadi perhatian bersama dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana,” kata Nasrol.

Surat peringatan tersebut juga ditembuskan kepada Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG dan Kepala Balai Besar MKG Wilayah I Medan sebagai bagian dari upaya koordinasi dan mitigasi dampak cuaca ekstrem di Aceh.