Sekilas Info

Pengurus Pemudata Subulussalam Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan

Pelantikan pengurus Pemudata digelar khidmat pada hari Senin, 9 Februari 2026.Ist

Subulussalam | BumpNews.ID– Persatuan Muballigh Muda Sada Kata (Pemudata) resmi memulai kepengurusan periode 2026–2031.

Organisasi dai muda ini meluncurkan empat program unggulan untuk memperkuat dakwah di Kota Subulussalam.

Pelantikan digelar di Aula Pendopo Wali Kota Subulussalam, Senin (9/2/2026). Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB), melantik langsung 61 pengurus.

Ketua Panitia, Rahaji Sinaga, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah. Ia juga berterima kasih kepada dewan pakar dan para donatur yang membantu terselenggaranya kegiatan.

Tiga pengurus tidak dapat hadir karena berada di luar daerah dan melanjutkan pendidikan, termasuk satu orang di Mesir.

Sementara itu, Ketua Umum Pemudata, Ustaz Ahmadi, mengatakan kepengurusan baru membawa semangat pembaruan. Setelah enam tahun berfokus sebagai penyalur ustaz dan penceramah, Pemudata kini memperluas peran melalui program terstruktur.

“Tahun 2026 sampai 2031 kami menyiapkan empat program utama untuk memperkuat dakwah dan menyentuh langsung masyarakat,” ujar Ustaz Ahmadi.

Program pertama adalah Subuh Keliling Pemudata (Sulingta) yang dilaksanakan sepekan sekali. Kegiatan ini mendapat dukungan donasi Rp1 juta per bulan dari Kakan Kemenag Subulussalam.

Program kedua, Jumat Berkah Pemudata (Jubahta), berupa pembagian nasi kotak usai salat Jumat. Donatur lokal, termasuk Rumah Makan Favorit, menyumbangkan 50 hingga 80 nasi kotak setiap kegiatan.

Selain itu, Pemudata meluncurkan Kajian Rutin Pemudata (Kantinta). Program ini menggunakan metode Bahtsul Masa’il untuk memperdalam kajian hukum Islam.

Adapun Pengajian Wanita Sholihah Pemudata (Pengawasta) dikhususkan bagi kaum ibu. Operasionalnya didukung secara swadaya oleh keluarga anggota.

Wali Kota Haji Rasyid Bancin mengapresiasi peran Pemudata dalam pembangunan karakter keagamaan. Pemerintah Kota mengalokasikan dana pembinaan sebesar Rp50 juta.

“Pemerintah siap mendukung kegiatan positif yang memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebersamaan di Kota Subulussalam,” kata HRB.

Ustaz Ahmadi berharap ke depan program Sulingta dapat melibatkan unsur SKPK, Forkopimda, hingga DPRK.

“Insya Allah, jika kita ramaikan salat Subuh berjamaah, Subulussalam akan menjadi kota yang diberkahi,” tutupnya.