1. Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Mulai Aspal Ruas Jalan Pasie Mesjid, DPRK Beri Apresiasi dan Dorong Pembangunan Merata

ACEH BARAT | BumpNews.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), mulai melaksanakan kegiatan pengaspalan ruas jalan di Gampong Pasie Mesjid, Kecamatan Johan Pahlawan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas Pemkab Aceh Barat dalam meningkatkan infrastruktur jalan di kawasan padat penduduk, sekaligus merespons kebutuhan masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan akses akibat kondisi jalan yang rusak dan kerap tergenang banjir.

Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Kurdi melalui Kabid Jalan dan Jembatan, Beni Hardi menjelaskan, total panjang ruas jalan yang diaspal kali ini adalah 260 meter dengan lebar aspal 3,5 meter, ditambah bahu jalan selebar 50 cm di sisi kiri dan kanan.

“Paket ini dikerjakan oleh CV Takusangka Jaya dengan nilai kontrak Rp371.780.000. Fokus kita adalah memberikan kenyamanan kepada masyarakat, terutama warga komplek perumahan ADM Gampong Pasie Mesjid, yang sudah lama mengeluhkan kondisi jalan tersebut,” kata Beni.

Selama ini, kata Beni, akses menuju Pasie Mesjid kerap menjadi langganan banjir ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Hal ini menyebabkan mobilitas masyarakat terganggu, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan publik. “Sudah bertahun-tahun masyarakat menyampaikan keluhan ini, dan Alhamdulillah sekarang kita bisa menjawabnya dengan langkah nyata,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pengerjaan jalan ini merupakan lanjutan dari program tahun sebelumnya. “Tahun lalu kita sudah mengaspal sekitar 200 meter, dan tahun ini kita tambahkan lagi 260 meter. Jadi total panjang jalan yang sudah berhasil kita tingkatkan mencapai 460 meter,” jelas Beni.

Namun, ia mengakui masih ada sekitar 50 meter lagi ruas jalan yang belum teraspal. Pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan sisa pekerjaan tersebut pada tahun ini juga. “Setelah pekerjaan ini rampung, kita juga sudah siapkan rencana pengaspalan di ruas lain yang masih berada di Kecamatan Johan Pahlawan. Hanya saja, karena faktor cuaca yang kurang mendukung, pelaksanaannya terpaksa kita jadwalkan ulang,” tambahnya.

Beni juga menyinggung kendala utama dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Aceh Barat, yakni faktor keterbatasan anggaran. Menurutnya, meskipun kebutuhan pembangunan cukup besar, namun kemampuan fiskal daerah masih terbatas. “Karena faktor efisiensi, banyak aspirasi masyarakat yang belum bisa langsung kita penuhi. Tapi kita terus berupaya mencari sumber dana lain, baik dari provinsi maupun pusat, agar perbaikan jalan di daerah pedalaman dan terisolir juga bisa kita lakukan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Teuku Helmy P, SP, menyampaikan apresiasi dan dukungan atas langkah yang dilakukan oleh Pemkab melalui Dinas PUPR. Menurutnya, keberhasilan merealisasikan pengaspalan di Pasie Mesjid adalah bukti nyata bahwa pemerintah tidak tinggal diam terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kita sangat mengapresiasi kinerja PUPR Aceh Barat yang cepat merespons aspirasi warga. Jalan ini sudah lama menjadi keluhan masyarakat karena rusak parah dan sering tergenang air. Alhamdulillah sekarang sudah mulai diperbaiki. Ini adalah langkah positif yang patut kita dukung bersama,” ujar Teuku Helmy.

Lebih jauh, politisi muda Aceh Barat itu menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah terisolir. Ia menilai, jalan yang baik bukan hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.

“Kalau jalannya bagus, tentu distribusi hasil pertanian akan lebih lancar, anak-anak sekolah bisa lebih mudah pergi belajar, dan masyarakat yang sakit bisa cepat dibawa ke fasilitas kesehatan. Jadi pembangunan jalan itu efeknya sangat luas,” jelasnya.

Teuku Helmy juga menegaskan komitmen DPRK Aceh Barat untuk terus mengawal serta memperjuangkan penambahan anggaran pembangunan infrastruktur di tingkat legislatif. “Kami di DPRK siap bekerja sama dengan Pemkab untuk mencari solusi atas keterbatasan anggaran. Kalau perlu, kita perjuangkan tambahan dana melalui jalur provinsi maupun pusat. Yang penting, pembangunan infrastruktur bisa dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, DPRK, dan masyarakat, diharapkan pembangunan infrastruktur di Aceh Barat semakin berkembang dan mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Pengerjaan ruas jalan Pasie Mesjid ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa kerja sama dan komitmen bersama mampu menghasilkan perubahan yang dirasakan langsung oleh warga.

Berita Lainnya