Pemkab Aceh Barat Komitmen Tingkatkan Konektivitas Wilayah Pedalaman
ACEH BARAT – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun infrastruktur dasar yang merata, dengan fokus pada peningkatan jalan penghubung antar desa di wilayah pedalaman. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkab Aceh Barat melanjutkan pekerjaan peningkatan ruas jalan Balee–Reudeup–Buloh–Bukit Jaya di Kecamatan Meureubo, sebagai bagian dari strategi besar dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
Pembangunan jalan ini dinilai sebagai kebutuhan mendesak, mengingat kondisi geografis pedalaman Aceh Barat yang masih memiliki keterbatasan akses. Proyek ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam membuka isolasi desa-desa, mempercepat arus barang dan jasa, serta memperluas pemerataan pembangunan hingga ke pelosok.
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Kurdi, melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, menjelaskan bahwa pembangunan jalan penghubung ini merupakan proyek multi-tahun yang dilaksanakan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Ruas jalan Balee–Reudeup–Buloh–Bukit Jaya memiliki total panjang sekitar 6 kilometer. Kita mulai pengerjaannya sejak tahun 2023, di mana telah berhasil diaspal sepanjang 500 meter. Untuk tahun 2025 ini, proyek kembali dilanjutkan dengan pengaspalan sepanjang 350 meter, serta penambahan bahu jalan masing-masing 1 meter di sisi kiri dan kanan,” terang Beni Hardi, Rabu (6/8/2025).
Ia menambahkan bahwa jalan tersebut sangat vital bagi mobilitas warga antar desa di Kecamatan Meureubo, yang selama ini terganggu akibat kondisi jalan yang belum memadai, terutama di musim hujan.
Pekerjaan fisik proyek tahun ini dilaksanakan oleh pihak rekanan CV Rahmad, dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp 941.541.000. Dana ini bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2025, yang memang diperuntukkan untuk mendukung pembangunan sektor prioritas di Aceh, termasuk sektor infrastruktur.
“Proyek sudah mulai dikerjakan, dan insya Allah akan selesai pada akhir tahun, tepatnya Desember 2025. Kami dari Dinas PUPR akan terus melakukan pengawasan intensif agar hasilnya berkualitas dan tepat waktu,” ujar Beni.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyadari bahwa infrastruktur jalan adalah urat nadi utama pembangunan daerah. Akses jalan yang baik akan mendongkrak berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
“Dengan adanya pengaspalan jalan ini, masyarakat akan lebih mudah mengakses pusat pelayanan publik, sekolah, puskesmas, pasar, hingga mempermudah distribusi hasil pertanian. Efek domino dari jalan yang baik sangat besar terhadap percepatan pembangunan desa,” lanjut Beni.
Beni juga menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari realisasi visi dan misi Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM., yang menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur jalan hingga ke desa-desa terpencil. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antara pusat dan pinggiran, serta mewujudkan pemerataan pelayanan.
“Bupati Tarmizi berpesan bahwa masyarakat pedalaman memiliki hak yang sama untuk menikmati jalan yang baik. Oleh karena itu, kami di Dinas PUPR terus mengidentifikasi kebutuhan wilayah dan menyusun skala prioritas pembangunan secara adil,” tegas Beni.
Beni berharap proyek ini dapat segera dirampungkan sesuai target, dan hasilnya bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun, agar umur manfaatnya panjang dan memberikan kontribusi maksimal bagi kehidupan sehari-hari.
“Harapan kita, dengan pengaspalan lanjutan jalan Balee–Reudeup–Buloh–Bukit Jaya ini, akan semakin meningkatkan konektivitas antarwilayah, mengurangi biaya logistik warga, dan mempercepat aktivitas perekonomian. Inilah wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membangun dari desa,” pungkas Beni Hardi.